Rabu, 26 Oktober 2011

Indonesia - Malaysia hormati wilayah masing - masing

Kuala Lumpur (ANTARA) - Pemerintah Indonesia-Malaysia sangat menghormati wilayahnya masing-masing yang berbatasan dengan daratan maupun lautan sehingga bila ada laporan yang bertentangan maka ada mekanisme perundingan yang dapat dilakukan secara aktif.
"Kalau ada laporan yang bertentangan silahkan sampaikan, dan kita berharap bisa mengatasinya bersama-sama," kata Menteri Luar Negeri Marty M. Natalegawa seusai pertemuannya dengan Menteri Luar Negara Malaysia Anifah Aman pada acara `11th Meeting Of The Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC)` di Kuala Lumpur, Selasa.


Menurut dia, kedaulatan wilayah memang harus diperjuangkan dan dicari dimana titik temunya. Bila ada kerusakan bukan karena pihak manapun yang melakukannya maka tentunya ada mekanisme untuk penyelesaiannya.
"Ada standar prosedur operasi (SOP) yang mengatur di lapangan seandainya ada pelanggaran. Namun, masalahnya tidak sederhana karena masing-masing negara juga punya ketentuan yang berlaku. Dalam hal ini ada panduan terkait langkah apa saja yang harus dilakukan," ungkapnya.
Mengenai perbatasan itu, kata Marty, sudah dibentuk tim survei dari kedua belah pihak guna menetapkan titik-titik bersama. Tim survei Indonesia terdiri dari Bakorsurtanal, TNI, Deplu dan lainnya yang sudah bekerja sejak Maret 2011.
Oleh karenanya, kata dia, permasalahan yang telah didiskusikan saat ini diharapkan terselesaikan dengan cepat dan benar sehingga dapat disampaikan sebelum pertemuan bilateral pemimpin kedua negara.
Senada disampaikan oleh Menteri Luar Negara Malaysia Anifah Aman bahwa hubungan kedua negara saat ini cukup erat dan pemberitaan yang berkembang tentang pencaplokan wilayah itu bukanlah isu yang mengganggu.
"Jika patok batas dipindah, itu tidak jadi masalah. Kedua belah pihak bisa membuat tim untuk mengembalikan batas ke lokasi yang sudah disepakati sebelumnya," kata Anifah.
Anifah menegaskan bahwa isu ini bukan masalah yang harus dikhawatirkan sebab bisa saja terjadi patok batas dipindah oleh orang tidak bertanggung jawab tanpa ada motif tertentu.
"Sekali lagi saya sampaikan hal ini bukanlah masalah yang harus dikhawatirkan," katanya.
Terkait dengan hal tersebut, Marty menambahkan bahwa pihak Malaysia menyatakan siap bekerja sama untuk menyelesaikannya.
"Kedua belah pihak siap bekerja sama," katanya.
Sebelumnya juga sudah diberitakan bahwa Pemerintah Indonesia akan menempuh jalur perundingan untuk menyelesaikan permasalahan perbatasan dengan Malaysia, khususnya di kawasan Tanjung Datu dan Camar Wulan, Kalbar.
Sementara itu, diskusi Joint Commission for Bilateral (JCBC) antara Indonesia-Malaysia ke-11 sepakat untuk menyelesaikan beberapa hal dan segera ditindaklanjuti dengan cepat dengan harapan mampu memperkokoh hubungan bilateral kedua negara serumpun.
Dalam catatan tersebut yakni mengenai perbatasan laut kedua negara, kepahamanan pekerja asing, kerja sama penegakan hukum, pendidikan untuk anak WNI di Sabah serta sejumlah kesepakatan penting lainnya yang masih terselesaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar